Nuffnang Advertise

Jumat, 15 Maret 2013

Mutiara Cinta (Part 2)


Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun
orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah:165).


Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.),
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31).


“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”
(HR. At Tirmidzi).


Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita
mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana
setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang
berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh
karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain
perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan
tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain
perangai yang terpuji.


Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan
mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.


Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena
tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)


Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal
kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian
padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar
sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka
terhadapnya.  Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad).


Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan,
istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu
dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’).


Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan
bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. Ali bin Abi Thalib


Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta
kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu
engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu
tentu selalu taat kepada yang ia cintai. A’idh Al-Qorni.


Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita
ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini
dan memberikan manfaat kepada teman-teman semua.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan Lupa Tinggalkan Pesan/Jejak yaa ... Thanks

advertisement