Nuffnang Advertise

Kamis, 20 Agustus 2009

Tujuan Penggunaan Strategi Belajar




Michel Pressley ( dalam Nur, 2000 : 7 ) menyatakan bahwa strategi belajar adalah “operator-operator kognitif meliputi proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan tugas belajar.” Strategi-strategi tersebut merupakan strategi yang digunakan siswa untuk memecahkan masalah belajar tertentu. Strategi-strategi belajar merupakan strategi-strategi kognitif karena strategi-strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif dari pada tujuan-tujuan belajar perilaku. 

Tujuan utama penggunaan strategi belajar adalah mengajak siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri. Siswa diharapkan menjadi pebelajar independen, strategik, dan mandiri. Seorang pebelajar mandiri atau self-regulated learner adalah pebelajar yang dapat melakukan empat hal penting sebagai berikut :
a. Mampu mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu.
b. Memilih strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar yang dihadapi.
c. Memonitor efektifitas strategi yang dipilih.
d. Termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar sampai masalah yang ada terpecahkan.
( Nur, 2000 : 9 ).
Lebih lanjut menurut Winne ( dalam Nur dan Wikandari, 1998 : 9-10 ), self-regulated learner adalah “seseorang yang memiliki pengetahuan tentang strategi belajar efektif dan bagaimana serta kapan menggunakan pengetahuan itu.” Lebih dari itu, self-regulated learner termotivasi oleh belajar itu sendiri, tidak hanya karena nilai atau motivator eksternal yang lain. Apabila siswa memiliki keduanya, baik strategi belajar yang efektif dan motivasi serta tekun menerapkan strategi itu maka kemungkinan sekali mereka adalah siswa yang efektif.

Minggu, 09 Agustus 2009

Success In 10 Steps

1. Bottom-Fishing For Heavy Hitter

2. "Look Deep Deep DEEP Into My Eyes!"

3. A BIG Research Surprise

4. Get "Down 'n Dirty" in MLM internet marketing

5. Do The ONLY Thing That Matters!

6. Prospects Are Like A Box of Chocolates

7. Your MLM Business From Soup To Nuts

8. Pay Dirt! Get And Keep Your People

9. How To Evaluate An Opportunity

10. Focus Until Your Eyes Cross

Sabtu, 08 Agustus 2009

FACEBOOK DAN TWITTER LUMPUH...






Your Ad Here






Situs-situs jaringan sosial terkemuka seperti Twitter, Facebook, dan Livejournal lumpuh selama beberapa jam, Kamis (6/8), akibat serangan DDoS (distributeed denial of sevice). Serangan ini dilakukan "zombie-zombie internet" atau disebut botnet yang selama ini sudah menginfeksi ribuan bahkan mungkin jutaan komputer pribadi dan kantor di seluruh dunia.

Pelaku serangan telah memerintah botnet-botnet yang dipeliharanya secara diam-diam untuk membanjiri akses ke situs-situs tersebut secara serentak. Akibatnya, tak kurang dari 300 juta pengguna Twitter, Facebook, dan Livejournal tidak dapat mengakses akibat trafik yang terlalu tinggi bahkan membuat server down.

Twitter mengalami kelumpuhan sekitar tiga jam akibat serangan yang terjadi sejak pukul 23.00 WIB. Selama tiga jam itu, sekitar 35 juta pengguna Twitter tak dapat mengirim pesan apapun. Facebook melaporkan gangguan yang sama dialami sekitar 250 juta pengguna. Sedangkan Livejournal melaporkan gangguan pada 21 juta penggunanya.


"Ini benar-benar serangan yang sangat mematikan," ujar Stephen Tanase, analis senior dari Kaspersky seperti dikutip dari UsaToday. Tidak ada serangan sebesar itu yang terjadi lagi sejak Februari 2000. Saat itu, seorang bocaha berusia 15 tahun yang menamakan dirinya Mafiaboy memerintahkan botnet-botnet untuk melumpuhkan Yahoo, eBay, Amazon, Etrade, ZDnet, dan CNN.

Dengan melumpuhkan Twitter dan situs sejenis, penyerang seolah ingin menunjukkan betapa hebatnya jaringan botnet di dunia. Analis keamanan dari perusahaan antivirus AV, Roger Thompson memperkirakan 40 persen komputer yang terhubung ke internet saat ini terinfeksi botnet. Namun, pengguna tak sadar karena seringkali program berbahaya itu menyembunyikan diri dan berperilaku wajar sehingga sulit dideteksi antivirus.

advertisement